sekolahmanokwari.com

Loading

cerpen singkat tentang sekolah

cerpen singkat tentang sekolah

Cerpen Singkat Tentang Sekolah: Jejak Pena di Papan Tulis Kenangan

1. Aroma Kapur dan Asa: Kelas Tujuh Pertama

Bau kapur tulis, bercampur debu buku tua, menyambut Risa di hari pertama kelas tujuh. SMP Negeri 1 Harapan Bangsa, demikian nama megah sekolahnya, terasa bagai labirin asing. Seragam putih birunya terasa kaku, senyumnya dipaksakan. Di kelas 7A, Risa duduk di pojok belakang, memandangi teman-teman barunya dengan rasa ingin tahu bercampur cemas. Ada Bimo, si jangkung yang selalu bercerita tentang robot; Maya, si ceria dengan rambut dikepang dua; dan Dani, si pendiam yang selalu menggambar di buku catatannya.

Bu Ani, wali kelas mereka, memasuki ruangan dengan senyum hangat. “Selamat datang, anak-anakku! Mari kita ukir cerita indah di sekolah ini.” Kata-kata Bu Ani bagai sentuhan mentari pagi, menghangatkan hati Risa yang masih ragu. Pelajaran pertama adalah Bahasa Indonesia. Risa, yang selalu menyukai menulis, merasa bersemangat. Ia menyimak setiap kata yang diucapkan Bu Ani, mencatat setiap detail tentang struktur kalimat dan gaya bahasa. Di penghujung hari, Risa merasa lelah, namun juga bahagia. Aroma kapur tulis dan asa telah menorehkan jejak pertama di hatinya.

2. Persahabatan di Kantin: Seporsi Bakso dan Sekotak Impian

Kantin sekolah, tempat bertemunya berbagai rasa dan cerita. Di sana, Risa menemukan persahabatan sejati. Suatu siang, Risa tidak membawa uang saku. Perutnya keroncongan, matanya nanar menatap seporsi bakso yang mengepul di meja Maya dan Bimo. Maya, menyadari kegelisahan Risa, langsung menawarkan separuh baksonya. “Makanlah, Risa. Kita berbagi.”

Sejak saat itu, Risa, Maya, dan Bimo menjadi sahabat karib. Mereka selalu makan siang bersama di kantin, berbagi cerita, tawa, dan bahkan mimpi. Maya bercita-cita menjadi dokter, Bimo ingin menjadi insinyur robotik, dan Risa bermimpi menjadi penulis terkenal. Di bawah rindangnya pohon mangga di dekat kantin, mereka berjanji untuk saling mendukung dan menggapai impian bersama. Seporsi bakso dan sekotak impian telah menyatukan mereka dalam ikatan persahabatan yang abadi.

3. Panggung Impian: Lomba Drama dan Keberanian yang Tumbuh

Lomba drama antar kelas menjadi ajang unjuk gigi bagi bakat terpendam siswa SMP Negeri 1 Harapan Bangsa. Kelas 7A memutuskan untuk mementaskan naskah drama berjudul “Pangeran Impian”. Bimo terpilih menjadi sutradara, Maya menjadi penata rias, dan Risa ditunjuk menjadi penulis naskah. Awalnya, Risa merasa minder. Ia takut naskahnya tidak bagus dan akan mengecewakan teman-temannya.

Namun, dukungan dari Maya dan Bimo membuatnya lebih percaya diri. Bersama-sama, mereka menyusun naskah yang menarik dan penuh pesan moral. Risa juga memberanikan diri untuk ikut berperan sebagai narator. Malam pementasan tiba. Risa merasa gugup, namun ia berusaha menenangkan diri. Ia membaca setiap kalimat dengan intonasi yang tepat dan penuh penghayatan. Pementasan drama kelas 7A sukses besar. Tepuk tangan meriah menggema di aula sekolah. Risa merasa bangga dan bahagia. Panggung impian telah menumbuhkan keberanian dalam dirinya.

4. Ujian Akhir: Belajar Bersama dan Menggapai Cita-Cita

Ujian akhir semester semakin dekat. Risa, Maya, dan Bimo semakin giat belajar. Mereka belajar bersama di rumah Risa, membahas materi pelajaran yang sulit, dan saling membantu memecahkan soal-soal latihan. Risa selalu membantu Maya dalam mata pelajaran Matematika, Maya membantu Bimo dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, dan Bimo membantu Risa dalam mata pelajaran IPA.

Suasana belajar bersama selalu menyenangkan. Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga saling menyemangati dan memberikan motivasi. Saat merasa lelah, mereka akan bercanda dan tertawa bersama. Hari ujian tiba. Risa, Maya, dan Bimo mengerjakan soal-soal dengan tenang dan percaya diri. Setelah ujian selesai, mereka saling berpelukan dan berdoa agar mendapatkan hasil yang terbaik. Hasil ujian diumumkan. Risa, Maya, dan Bimo lulus dengan nilai yang memuaskan. Mereka merasa bahagia dan lega. Kerja keras dan kebersamaan telah membuahkan hasil yang manis.

5. Perpisahan yang Mengharukan: Jejak Kenangan di Album Sekolah

Tiga tahun berlalu begitu cepat. Risa, Maya, dan Bimo telah lulus dari SMP Negeri 1 Harapan Bangsa. Hari perpisahan tiba. Suasana haru menyelimuti aula sekolah. Risa, Maya, dan Bimo saling berpelukan dan mengucapkan selamat tinggal. Mereka berjanji untuk tetap menjaga persahabatan mereka, meskipun terpisah oleh jarak dan waktu.

Risa membuka album sekolahnya. Di sana, terdapat foto-foto kenangan indah selama tiga tahun di SMP Negeri 1 Harapan Bangsa. Foto saat pertama kali masuk kelas tujuh, foto saat makan siang bersama di kantin, foto saat mementaskan drama, foto saat belajar bersama, dan foto saat perpisahan. Setiap foto mengingatkannya pada masa-masa indah yang telah dilalui bersama teman-temannya. Risa tersenyum. Jejak pena di papan tulis kenangan akan selalu terukir dalam hatinya. SMP Negeri 1 Harapan Bangsa telah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Di sana, ia menemukan persahabatan sejati, mengembangkan bakat dan minat, serta belajar tentang arti penting kerja keras dan kebersamaan. Kenangan indah ini akan selalu menjadi bekal berharga dalam menggapai cita-citanya.